Falling Object (benda Jatuh)

on
penerjung

 

Fenomena yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari adalah benda jatuh. bagi kebanyakkan orang kejadian itu bisa dibilang alami, namun tak semua yang mengetahui apa penyebab dan bagaimana benda jatuh itu bisa terjadi. Dengan mencoba mengetahui “sejarah” yang ada. Kita akan coba membahasnya satu persatu. Ilmuwan ataupun filsuf  pada awalnya berusaha untuk menjawab  bagaimana gerak pada benda jatuh.

 

Aristotle

Kita buat kasus, jika ada sebuah batu dan sebuah bulu ayam dijatuhkan pada ketinggian dan dalam waktu yang sama, maka muncul pertanyaan manakah yang akan sampai dahulu ke tanah?, pada abad ke empat sebelum masehi Aristotle berpendapat bahwa benda yang lebih berat akan jatuh lebih cepat. Tentu, dalam kasus tersebut batu akan sampai dahulu ke tanah dibandingkan dengan bulu ayam. Mari kita buat kasus kedua. Ada dua buah batu yang pertama lebih kecil dibandingkan kedua. Lalu dijatuhkan dalam ketinggian dan waktu yang sama, maka batu yang mana yang akan jatuh terlebih dahulu sampai ke tanah? Dari kasus kedua ini, mereka akan sampai dalam waktu yang hampir bersamaan. Maka pemikiran bahwa benda yang lebih berat akan jatuh lebih cepat dipertanyakan.

Pada abad ke enam belas Masehi Galileo menyadari bahwa udara bertindak sebagai sebuah hambatan untuk benda yang sangat ringan dan dengan luas penampang yang besar. Dia membuat postulat bahwa semua benda jatuh dengan percepatan konstan yang sama dalam ketiadaan udara atau penghambat lainnya. Untuk mendukung pendapat dia mengenai benda jatuh mengalami peningkatan kecepatan saat jatuh. Galileo membuat sebuah argumen: sebuah batu dijatuhkan dari ketinggian 2 meter didorong lebih jauh sampai ditanah dibandingkan dengan batu yang sama dijatuhkan pada ketinggian 0,2 meter. Jelas, batu akan lebih cepat bergerak pada kasus pertama

Galileo juga mengklaim seluruh benda, yang ringan atau yang berat, jatuh dengan percepatan yang sama, dengan ketiadaan udara. Jika kamu memegang sebuah kertas dan kemudian kamu jatuhkan kertas itu dan saat yang sama sebuah benda yang lebih berat juga di jatuhkan  maka benda yang berat akan mencapai tanah terlebih dahulu. Tetapi jika kamu mengulang eksperimen tersebut, saat kertas digulungkan menjadi sebuah bola kertas kecil, kamu akan mengetahui bahwa dua benda itu sampai dalam waktu yang hampir sama.

Sampai disini kita bisa menyebut percepatan sesuai penjelasan tadi sebagai percepatan jatuh bebas benda di permukaan bumi. Yang bernilai 9,8 meter per sekon kuadrat. Nilai ini bervariasi berdasarkan ketinggian suatu benda, semakin tinggi suatu tempat percepatan jatuh bebasnya akan semakin kecil. Pada zaman itu Galileo dia belum tahu apa itu gravitasi.

 

 

Leave a Reply